Permulaan dan Penutupan, Keduanya dalam Satu Waktu
Hello! How`s life? Wishing you happy n healthy life!
Back again with my writing after sooo LONGGGGGG. Kali ini aku akan
menulis tentang hal baru, yang sebelumnya belum pernah ada di halaman blog ini.
Tentang apakah itu? Yak betul sekali, sudah bisa dibaca dari judulnya. Di
tulisan ini, aku akan meromantisasi pengalaman pertamaku menjadi wali kelas
sooo bare with me :-)
Seharusnya tulisan ini aku sampaikan ke mereka sebelum akhiru sebagai
kejutan dariku untuk mereka, tapi ternyata yang terjadi adalah sebaliknya.
Lengkap tiga puluh (+1) surat cinta aku dapatkan dari 12.9 atau aku lebih suka
menyebutnya dengan my pretty sholihah bloomings.
Oh wow, kayak déjà vu deh adalah kesan pertamaku saat membaca grup kelas setelah Latifah mengirim tautan surat. Tahun lalu tepatnya saat perayaan hari guru, aku pernah punya angan dan pinta kepada bloomings yang akan mereka ketahui setelah mereka membaca ini. Hand writing letter, long text, ketikan surat yang dihias cantik, atau tulisan yang ditujukan untukku seorang masih menjadi hadiah favorit dari dulu sampai sekarang atau bahkan nanti. Oh jadi TMI ya kak ya hahahaha.
Pagi hari sebelum upacara hari guru, aku sudah menyiapkan kalimat yang akan aku ucapkan saat nanti bertemu bloomings di kelas, aku ingin mereka menuliskan apapun yang ingin mereka tulis selama kita berproses bersama menjadi wali kelas dan anak perwalian. Namun kalimat itu tidak pernah terucap dari mulutku karena I got what I want before I even ask for it, alhamdulillah. Jazakumullah khoir katsir, untuk si cantik inisiator yang mengoordinir teman-teman untuk menulis surat, juga untuk cantik-cantikku semuanya yang sudah meluangkan waktu menulis surat. Tak hanya surat, bloomings juga paham kalau biru adalah warna kesukaanku dan ada sholihah yang memberiku hadiah novel Nadhira karya Leila S. Chudori. Sungguh bahagia dan bersyukur karena aku merasa diterima dan disayangi oleh mereka, my pretty sholihah bloomings. FYI, aku menulis ini pas sekali dengan lagu Tapi Diterima Nadin Amizah terputar di HPku, waw what a coincidence!
Belum pernah aku berusaha sebegitu, tapi di tanganmu aku tumbuh.
Pertama kali menerima kabar bahwa aku adalah wali kelas 12.9, banyak perasaan
datang menghampiriku. Khawatir tidak sesuai dengan harapan walas level 12
mereka, takut tidak bisa membersamai mereka menutup masa sekolah dengan hati
yang lapang dan gembira, namun juga bahagia, bersyukur dan lega karena 12.9
yang akan menjadi anak pertama dalam prosesku di dunia perwalasan ini. Beberapa rekan
memberiku ucapan selamat dan semangat untuk amanah baru ini, termasuk Ms Jini
yang meyakinkanku bahwa 12.9 adalah kelas yang baik dan akan menerimaku menjadi
wali kelas baru mereka serta Ms Shofwa dan Ms Oca yang juga membantuku dalam
mengenali karakter anak-anak 12.9.
Dalam mengusahakan hal baru ini, banyak sekali tangan yang turut serta membantuku. Cerita setelah mengajar blooming yang membantuku untuk memahami mereka dari sudut pandang lain, jawaban atas semua pertanyaan tentang perwalasan yang mengatasi bingungku, kekuatan dan solusi yang selalu aku dapatkan atas semua sulitku, bahkan telinga yang tak bosan mendengarkan bahagia maupun keluhku. Jazakumullah khoir katsir, untuk ms/mr level 12 25/26, Ms Nita dan Mr Yudi perihal tagihan dan surat-menyurat, serta ms/mr yang lain. Berkah, sehat, selamat, sentausa semoga selalu tercurah untuk ms/mr semuanya.
Pertemuan pertama kami di kelas bukan sebagai walas dan anak perwalian namun sebagai guru mapel dan siswa. Aku mengajar dan kami bersama-sama belajar kimia di kelas tanpa tahu jika ternyata di masa depan kami akan menjadi lebih erat dari sekadar guru yang mengajar siswanya di kelas. Perjumpaan pertama di 12.9 kami penuhi dengan perkenalan dan membentuk struktur organisasi kelas. Tiga puluh anak-anak manis yang berbagi tentang dirinya dan aku dengan hati bergembira menerima hal-hal yang mereka bagi. Tidak lupa aku minta untuk kami saling menyimpan kontak satu sama lain sebagai langkah awal untuk melewati proses ini.
Tidak banyak waktu yang tersedia untuk kami lalui bersama, but somehow I feel content with the time we spent together. Kami menjalani hari-hari di level 12 dengan berproses bersama dan beriringan, mengusahakan doa yang selalu dipanjatkan menjadi nyata. Ada saat di mana matahari bersinar cerah sehingga kami bisa berjalan kaki dengan riang, namun tak jarang matahari bersinar sangat panas hingga membakar kulit sampai akal sehat kami. Disaat yang bersamaan, kami juga sering menikmati rintik sambil menari di bawah gerimis yang terkadang membuat kami lupa bahwa ada peluang hujan badai akan datang.
Dari awal aku mengajak blooming berdiskusi tentang perwalasan ini, tak
lupa aku sampaikan bahwa ini adalah kali pertamaku mendapatkan amanah menjadi
wali kelas. Wali kelas level 12 yang mana aku sendiripun tidak tahu jalannya ke
depan akan seperti apa namun akan aku usahakan dan nikmati proses ini sebaik mungkin.
Dan yap, anak-anak baik 12.9 meresponku persis seperti yang Nadin Amizah tulis
dalam penggalan lirik lagunya. Mereka menerima prosesku, membantuku menjadikan
proses ini sebagai suatu hal yang tidak sukar untuk dijalani.
Siapapun aku, kau tangan yang terbuka.
Tak hanya sampai menerimaku dengan tangan yang terbuka, mereka juga
seperti sebuah bejana yang menungguku mengisinya penuh. Entah dengan kalimat
menyejukkan hati yang kudapat dari video tokoh ternama, update informasi
atau berita tentang kejadian terkini, teguran lengkap dengan peringatan terkait
peraturan sekolah, kata-kata penyemangat yang mungkin mereka bosan mendengarnya,
atau bahkan cerita lucu bin nyebelin bersumber dari pengalaman pribadiku.
Tak lengkap rasanya jika aku hanya menuliskan bagian manis dari prosesku bersama 12.9. Ada saat di mana mereka tidak memperhatikan penjelasan kimia yang aku tulis di papan tulis dan hanya memotretnya setelah penjelasan lengkap tertulis. Mereka memang tidak mengabaikanku sepenuhnya, namun ada saja hal lain yang mereka kerjakan sehingga tidak fokus mendengarkanku. Meminta mereka mengenakan ciput, turun ke aula atau jegos untuk kegiatan sekolah, tidak duduk bersila di kursi, dan fokus mendengarkan guru yang sedang mengajar juga sering membuatku menghela napas. Betul atau betul, kakak-kakak Blooming? ahahahaha.
Dear my pretty sholihah Bloomin9,
Terima kasih sudah saling menerima dan saling menyayangi sampai hari ini,
semoga seterusnya. Mari saling menyirami satu sama lain lalu bertumbuh
beriringan. Selamat mekar dengan lebih cantik, Bloomin9.
And also the journey hasn`t been easy or flawless, but your effort alone
is enough to clap for. Ms berharap semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat
dan pengingat kecil untuk kalian. Manteman sudah mengusahakan yang paling baik.
Whatever the result is, I always see you, love you, and proud of you <3

.png)

Comments
Post a Comment