Bulan Warna-warni itu Menunggumu Untuk Tertawa Bersamanya, Selamanya.
Kematian adalah kepastian, ada yang membiarkan kedatangannya menjadi misteri, ada yang menjemputnya dengan paksa. Kalimat di atas menjadi kalimat pembuka dalam bab pertama, Perlawanan, dalam buku berjudul Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Buku ini menceritakan tentang kisah Magi Diela. Magi Diela yang bermimpi suatu saat akan membangun tanah kelahirannya, namun ternyata budaya dari tanahnya sendiri memaksanya untuk melalui jalan terjal yang menyakitkan dan berpamitan dengan mimpi mulianya itu. Magi dipaksa untuk mengalami pengalaman menjijikkan, menyakitkan, menguras air mata, keringat, bahkan darah, yang tak lain adalah menjadi korban tradisi Yappa Mawine . Aku akan berbagi pengalamanku membaca buku Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam ini sekaligus sedikit menceritakan tentang Yappa Mawine , sebuah tradisi di tanah Sumba yang mungkin belum banyak didengar. Selamat membaca! Aku tahu buku ini akan menguras emosiku saat nanti membacanya, tapi sungguh aku cukup ka...