Posts

Bulan Warna-warni itu Menunggumu Untuk Tertawa Bersamanya, Selamanya.

Image
Kematian adalah kepastian, ada yang membiarkan kedatangannya menjadi misteri, ada yang menjemputnya dengan paksa. Kalimat di atas menjadi kalimat pembuka dalam bab pertama, Perlawanan, dalam buku berjudul Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Buku ini menceritakan tentang kisah Magi Diela. Magi Diela yang bermimpi suatu saat akan membangun tanah kelahirannya, namun ternyata budaya dari tanahnya sendiri memaksanya untuk melalui jalan terjal yang menyakitkan dan berpamitan dengan mimpi mulianya itu. Magi dipaksa untuk mengalami pengalaman menjijikkan, menyakitkan, menguras air mata, keringat, bahkan darah, yang tak lain adalah menjadi korban tradisi Yappa Mawine . Aku akan berbagi pengalamanku membaca buku Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam ini sekaligus sedikit menceritakan tentang Yappa Mawine , sebuah tradisi di tanah Sumba yang mungkin belum banyak didengar. Selamat membaca! Aku tahu buku ini akan menguras emosiku saat nanti membacanya, tapi sungguh aku cukup ka...

Pukul Tujuh Malam

Image
NADIN CANTIK BANGET. SHE`S BEYOND BEAUTIFUL. Aku sudah sering melihat Nadin dari layar, dia cantik juga terlihat lembut. Tapi, saat aku melihatnya secara langsung, melihat Nadin secara langsung, dia benar-benar lebih cantik, lembut, sopan, karismatik, dan semua hal baik sangat pantas untuk mendeskripsikan Nadin yang aku lihat malam itu.   Hallo! How`s life, everyone? It`s already in the middle of September, three months left on 2022. Time goes so fast, huh. But it`s totally fine and okay. All we can do just doing all our plans as well as we can in the rest of 2022. Fighting, everyone!  Happy reading 😊   Akhirnya setelah drama ina inu, aku berhasil memasang wristband untuk menonton Collabonation Tour Solo malam itu. Karena satu dan lain hal, aku harus mencari partner konser baru tiga hari sebelum hari kamis tanggal 15 September 2022. Tbh, aku beneran bingung mau ngajak siapa karena afaik teman-temanku bukan pendengar Nadin, Kunto Aji, ataupun Jogja Hiphop Fo...

One Fun Day

Image
It`s been so long time since my last writing. How`s life, guys? Hopefully all is well! Sorry in advance if my writing turns bad and not as well as the previous one, because I kinda forgot how to write blog properly ☹ Happy reading 😊 One Fun Day AKHIRNYA!!!!! Wacana main ke Jogja bareng yang udah dibuat dari 2019 bisa terealisasi 3 tahun kemudian. Ya gimana ya, anaknya emang suka nimbun plan sampai entah kapan. But isokey, mau sekarang atau 50 puluh tahun lagi asal sama kalian juga kujabanin wkwkwk dangdut bgt deh ☹ Thanks to Jijah yang udah ngajak KRL-an ke Jogja dan Racil yang udah selalu ingatin buat kosongin jadwal karena mau ke Jogja. Terima kasih juga buat Djihan yang sukarela jadi pdd trip kali ini. Tanpamu, kami tidak punya foto bagus buat dipamerin di story 😊 . Tidak lupa juga Tatas yang selalu minta tolong ke mbak-mbak  buat ngefoto biar bisa OT6. Terima kasih ya, si paling pemberani. Terakhir, terima kasih buat Anggie yang udah bikin kita datang sooooo on...

Jumog dan lesehan pinggir kali

Image
     Hallo semuanya! Jumpa lagi. Gimana nih, kabar resolusi 2020 yang dikoar-koarin awal tahun kemarin? Kabar baik atau malah kabar buruk? Semoga yang terbaik ajaa yaa, aamiin. Udah ah basa-basinya, selamat membaca dan semoga bermanfaat!   25 Desember 2020.      Tawangmangu, kita berjumpa kembali. Senang sekali, akhirnya ke Tawangmangu setelah beberapa kali wacana dan cuma bisa main virtual dengan cara menjadi penonton story dan post -an orang lain tentang TW.   Bil, besok pas kamu ke Solo ke TW yuk! Ih kangen TW, main ke TW yuk?! Ayo ke TW, pengen banget ke sana.        Ngajak doang tapi nggak segera nentuin tanggal main mah sama aja bohong, ya nggak sih? Udah capek sama yang namanya wacana. Banyak plan yang udah disusun untuk direalisasikan di tahun ini, tapi berakhir wacana semata. Sebaliknya, banyak hal yang terjadi tanpa rencana. Tbh, sempat sedih karena ada banyak hal yang akhirnya ditunda atau bahkan bat...

Selo: Sing Penting Gas Wae

Image
Hallo semuanya, jumpa kembali dengan tulisanku. Selamat membaca dan semoga bermanfaat tentunya!          30 Oktober 2020. Dadakan, tanpa tujuan, sing penting gas wae adalah aku dan Rahmi kala itu. Dimulai dari aku yang tiba-tiba chat Rahmi ngajakin main dua hari setelahnya, sudah tahu mau main ke Selo tapi bingung destinasi wisatanya, sampai tiba-tiba Rahmi bilang ternyata ada janjian sama orang lain dihari yang sama. Namun, kabar baiknya adalah semua itu dapat terselesaikan dengan baik dan   agenda main kita tidak hanya sekadar wacana belaka. Yang dadakan emang kadang lebih pasti daripada yang udah planning jauh-jauh hari mau main, tapi malah berakhir sia-sia menjadi wacana. Bermodal foto-foto tempat wisata sekitar Selo yang ada di google maps, kami menjadikan Bukit Sanjaya sebagai first stop untuk menikmati Selo. Setelah beres membayar tiket masuk, Rp10.000,00, kami harus menaiki tangga yang cukup banyak untuk sampai di atas lalu duduk di gub...

Mau Makan Dimana?

Image
Aku peringatkan dari awal, tulisan ini tidak seindah cerita pendek yang kau tulis. Tetapi, tulisan ini sangat berantakan dan nggak jelas banget lah pokoknya. Yaudahlah ya biarin aja yang penting selamat membaca! Sudah dari pertengahan Maret lalu, aku mulai terbiasa tidak terlibat dalam obrolan yang biasanya selalu menjadi salah satu topik obrolanku dan teman-teman hampir setiap hari. Kurang lebih seperti ini petikan obrolannya:   Eh mau makan dimana e? Nugroho yuk? Kalau tutup nanti gas Jepun ya?! Conel aja kuy?! Eh apa mau grabfood aja? Siapa yang punya promo? Nih pakai punyaku aja, aku ada ovo. Siapa yang mau ambil, Bapaknya di dekat pura. Aurora yok. Pengen kangkungnya. Aku minumnya aqua aja, kamu mau minum apa? Barengan ya bayar parkirnya (sambil nyengir) Eh aku pengen kumlot. Aku cabe 3 sama es teh. Aku cabe 1 aja deh. Gacoan yuk?! Kita antri, kalian yang nyari tempat ya! Ntar sore aku mau ke Pak Dalang. Burjo aja yuk?! Lagi pengen indomie. ...
Image
#1 Udara dingin tanpa permisi mengganggu pagi hangat sekumpulan mahasiswa yang sedang asyik bertukar cerita. Semalam suntuk hingga ayam berlomba untuk berkokok, kami berlima larut dalam obrolan panjang di ruang aula. Mulai dari topik seputar makrab, yang sedang kami jalani, hingga topik abstrak   seperti mengapa burung terbang dan ikan berenang menjadi alasan mengapa kami masih terjaga. Ya, memang se- absurd itu mahasiswa yang tergabung di dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Listu ini.   Malam keakraban, atau biasa disebut makrab, kali ini diikuti oleh bakal anggota serta pengurus Teater Listu. Umumnya, mahasiswa akan menanti makrab tiba, karena akan ada banyak kejutan di dalamnya. Entah mendapat teman baru, menjadi bulan-bulanan kakak tingkat, berpetualang menyusuri hutan, malam api unggun, atau mendapat gebetan baru (jangan terlalu berharap untuk kejutan yang satu ini ya!). “Kalian nggak pada ngantuk? Ternyata udah lama banget kita ngobrolnya, sekara...